Pages

Showing posts with label RELIGION. Show all posts
Showing posts with label RELIGION. Show all posts

Wednesday, November 24, 2010

Hypocrisy, the enemy in the blanket


We often hear the word hypocrite in everyday life. The word hypocrite is considered not so harsh because rarely publicized in the media. But the real hypocrisy is a trait that is very bad and can cause a person ostracized in society.

Tuesday, November 16, 2010




Happy Eid ADHA

Hopefully all our sacrifices acceptable to Allah subhanawata'ala, Amen...

Saturday, October 23, 2010

Alcohol According to Islamic Perspective


Indeed alcohol, gambling, idols, gambled the fate of the arrows, is a odious including deeds devil. So shun acts that so that you get lucky ... "QS.5 Maa'idah: 90

Drinking alcohol more harmful for us. Here are some impacts include:

The immediate impact is felt
  • The body feels sluggish.
  • Loss of self control.
  • Uncontrolled body movement.
  • Blurred vision.
  • Talk is not clear.
  • Nausea and vomiting.
  • Loss of consciousness.
  • Death in many ways: accident, suicide, etc.
    Long-term Impact
    • Stomach feels burned.
    • Liver damage.
    • High blood pressure
    • Damage to the brain.
    • Memory loss.
    • Confusion.
    • Instability of blood.
    • Heart damage
    • Digestive tract cancers
    • Increased risk of breast cancer
    • Other Digestive Disorders
    • Difficulty sleeping
    • Brain damage
    • It's hard to remember & concentration
    • Depression.
    • Social problems (alcoholism, criminality, family problems, etc.).

      Anyone who drank alcohol in large quantities on a regular basis, in a certain period, will have physical problems, emotional or social.
      From it, drinking liquor is prohibited by Allah in the Qur'an through the Prophet Muhammad SAW


      Qs. 5 Maa'idah: 
      90. O ye who believe, in fact alcohol, gambling, idols, gambled the fate with an arrow, is included devil deeds. So shun acts that so that you get lucky.
      91. Satan intends going to cause enmity and hatred among you because of alcohol and gambling, and hinder you from remembering God and prayer, then quit you.
      In this verse there are several forms ta'kid (affirmation) that indicates illicit wine.
      1. Beginning with the word "Innama".
      2. Aligned with the practice of idolatry and gambled fate. Though both are activities related to the problem of disobedience that could lead to kufr aqeedah. This is in line with what is conveyed by the Prophet SAW:
      "Allowing myself (drinking) wine, such as worshiping idols" (Reported by Ibn Majah).
      3. Given the nature unclean. Excretion of course not feasible at all to drink, manufactured, distributed, and so on.
      4. Mentioned including deeds devil. While the devil is never to do good deeds except evil and misguidance.
      5. Ordered to be shunned. The command to stay away from this more rigorous than forbidden to drink it. If you close it should not, of course drink it and use it better not be.
      6. Attaches to those who want to leave the act was by luck. That means, to him is a loss. Medium, the size of gains and losses in the outlook of Islam is now accepteth thy God.


      Both actions (the wine and gambling) is not only a sin, but also actions that could be causing other sinful deeds. This is in line with the hadith of the Prophet SAW: "Stay away from wine, because it is actually wine opener for every evil" (Reported by al Hakim, see the Al Mustadrak III page 145).

      "Verily, the Prophet Muhammad cursed the wine ten personnel, namely: those who blackmailed (the creator), people who drink it, the carrier, the sender, who poured it, the seller, money eater result, payers, and the buyer" (Reported by Ibn Majah and Tirmidzy).


      "And verily, Allah forbid, if a people to eat something, then illegitimate proceeds well for them" (Reported by Imam Ahmad and Abu Daud).

      "Indeed it has forbidden wine. The man asked, "Should I sell it?", Prophet Muhammad replied, "Surely something that is forbidden to drink, is also forbidden to sell it." The man asked, "Do I have to give to the Jews?"

      The Prophet replied, "Surely something that is forbidden, forbidden also be given to the Jews". The man again asked, "So what should I do with it?" He replied, "Pour into a ditch" (Reported by al Khumaidi in his Musnad).

      This is the assertiveness of Islam to stay away from alcohol, gambling, idols and raffle fate. Should not be even close, sitting together while drinking wine / gambling / idol / raffle fate was not allowed, let alone do it even if only slightly.


      "Prohibition wine because of the object, much or little. Also an intoxicating than any drink "(Reported by An Nasa'i with a hasan chain, Sunan An Nasa'i VIII, p. 320 and 321).


      And clear of health has also been expressed if Alcohol is much more disadvantages than benefits.

      Do they not consider the Qur'an? If it seems that the Qur'an is not from Allah, they would have got a lot of contradictions in it. (QS. 4 An-Nisaa ': 82)


      Glory to God with all his power. Really, what is established by God, there are benefits that can be taken.


      source: Islam proved to be correct

      Membuka Pintu Rezeki melalui Shalat Dhuha

      Shalat dhuha adalah ibadah shalat yang dianjurkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Shalat sunnat ini yang dilakukan seorang muslim saat waktu dhuha.

      Waktu dhuha tiba saat matahari mulai naik, kira-kira tujuh hasta sejak terbitnya. Atau sekitar pukul tujuh pagi hingga waktu dzuhur. Jumlah raka””at shalat dhuha, dari dua hingga duabelas raka””at.Meskipun bernilai sunnah, shalat ini mengandung manfaat yang sangat besar bagi umat Islam.

      Rasulullah bersabda di dalam Hadists Qudsi,“Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat shalat dhuha, karena dengan shalat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR Hakim dan Thabrani)

      Dalam hadist yang lain dikatakan,“Barangsiapa yang masih berdiam diri di mesjid atau tempat shalatny setelah shubuh karena melakukan I’tikaf, berzikir, dan melakukan dua rakaat shalat dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun bnyaknya melebihi buih di lautan.” (HR. Abu Daud)

      “Dalam tubuh manusia itu ada 360 ruas tulang. Ia harus disedekahkan untuk setiap ruas itu.” Para shahabat bertanya, “Siapa yang kuat melaksanakan itu, ya Rasulullah? Beliau menjawab, “Dahak yang di masjid itu lalu ditutupinya dengan tanah, atau menyingkirkan sesuatu gangguan dari tengah jalan itu berarti sedekah. Atau, sekiranya tidak dapat melakukan itu, cukuplah diganti dengan mengerjakan dua rakaat shalat dhuha.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)

      Shalat-shalat sunah sangat dianjurkan. Karena ada faedah yang terkandung di dalamnya. Salah satunya untuk membuka pintu-pintu rezeki dan keberkahannya.

      Di antara shalat sunah tersebut adalah shalat dhuha.Hadits Rasulullah SAW terkait shalat dhuha antara lain :“Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak busa lautan.” (H.R Turmudzi)

      Selengkapnya tabir emas dibalik shalat dhuha, dapat Anda baca dalam buku Keajaiban Shalat Dhuha. Buku berpengantar Dr. K.H. Muslih Abd. Karim, MA ini ditulis Muhammad Abu Ayyas.

      Buku berjumlah halaman 140 ini, pun menjelaskan cara mudah mencari rezeki. Dalam buku ini mengandung pesan: sebab rezeki hak semua orang dan kemiskinan mendekati kekufuran, maka ibadah dan usaha adalah jawabannya.

      Dengan mengenal keutamaan dan keajaiban shalat dhuha, maka kaum muslim akan lebih tergerak untuk merawat shalat sunah ini. Dan temukan manfaat dari buku Keajaiban Shalat Dhuha yang diterbitkan oleh QultumMedia.

      Shalat Dhuha adalah shalat sunah yang dilakukan setelah terbit matahari sampai menjelang masuk waktu zhuhur. Afdhalnya dilakukan pada pagi hari disaat matahari sedang naik ( kira-kira jam 9.00 ).

      Shalat Dhuha lebih dikenal dengan shalat sunah untuk memohon rizki dari Allah, berdasarkan hadits Nabi : ” Allah berfirman : Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang ( Shalat Dhuha ) niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya ” ( HR.Hakim dan Thabrani ).

      Cara Melaksakan Shalat Dhuha :
      Shalat Dhuha minimal dua rakaat dan maksimal duabelas rakaat, dilakukan secara Munfarid ( tidak berjamaah ), caranya sebagai berikut:
      * > Niat didalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram
      * > “Aku niat shalat sunah Dhuha karena Allah”
      * > Membaca doa Iftitah
      * > Membaca surat al Fatihah
      * > Membaca satu surat didalam Alquran.Afdholnya rakaat pertama surat Asysyams dan rakaat kedua surat Allail, tapi jika tak hafal maka surat/ayat Qur'an lain pun boleh
      * > Ruku’ dan membaca tasbih tiga kali
      * > I’tidal dan membaca bacaanya
      * > Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali
      * > Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaannya
      * > Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali
      * > Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali. Rakaat-rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti contoh diatas.

      Saat melaksanakan ibadah, jangan berharap karena ingin sehat/rezeki... tapi lakukanlah dengan ikhlas tanpa pamrih dengan penuh BERSYUKUR atas semua nikmat terutama Iman & Islam yg tak dapat dihitung & dinilai.

      Manfaat Medis Shalat Dhuha

      Abu Dzar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Setiap tulang dan persendian badan dari kamu ada sedekahnya; setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap amar ma’ruf adalah sedekah, dan setiap nahi munkar adalah sedekah. Maka, yang dapat mencukupi hal itu hanyalah dua rakaat yang dilakukannya dari Shalat Dhuha.” (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Dawud)

      Abu Hurairah r.a. berkata, “Kekasihku, Muhammad Saw. Berwasiat kepadaku agar melakukan tiga hal: Berpuasa tiga hari pada setiap bulan(Hijriah, yaitu puasa putih atau Bidl, tanggal 13,14,15), dua rakaat shalat Dhuha, dan agar aku melakukan shalat Witir dulu sebelum tidur.” (HR Bukhari-Muslim).

      Rasulullah Saw. bersabda: “Shalat Dhuha itu shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena panas tempat berbaringnya.” (HR Muslim)

      Buraidah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Dalam tubuh manusia terdapat 360 persendian, dan ia wajib bersedekah untuk tiap persendiannya.” Para sahabat bertanya, “Siapa yang sanggup, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ludah dalam masjid yang dipendamnya atau sesuatu yang disingkirkannya dari jalan. Jika ia tidak mampu,maka dua rakaat Dhuha sudah mencukupinya.” (HR Ahmad dan Abu Dawud).

      Peregangan sungguh mutlak diperlukan, untuk kesiapan kita menyongsong hari penuh tantangan. Dan, Rasulullah Saw. menyinggungnya dengan ungkapan santun: “hak dari setiap persendian.” Semuanya cukup dengan dua rakaat dhuha. Shalat memang memiliki kombinasi unik dari tiap gerakannya bagi tubuh. Hanya saja untuk Dhuha, waktunyalah yang memang unik; waktu ketika tubuh memerlukan energy namun juga harus bersiap menghadang stress yang menerpa.

      Dr. Ebrahim Kazim-seorang dokter, peneliti, serta direktur dari Trinidad Islamic Academy-menyatakan, “Repeated and regular movements of the body during prayers improve muscle tone and power, tendon strength, joint flexibility and the cardio-vascular reserve.” Gerakan teratur dari shalat menguatkan otot berserta tendonnya, sendi serta berefek luar biasa terhadap system kardiovaskular. Itulah peregangan dan persiapan untuk menghadapi tantangan, tapi bedanya dengan olah raga biasa adalah: pahalanya luar biasa!

      Abu Darda r.a. meriwayatkan bahwa Nabi Saw. bersabda, Allah ‘azza wa jalla berfirman: “Wahai anak Adam kerjakanlah shalat empat rakaat kepada-Ku pada permulaan siang niscaya Aku akan member kecukupan kepadamu sampai akhir siang.” (HR at-Tirmidzi).

      Terlebih lagi shalat Dhuha tidak hanya berguna untuk mempersiapkan diri menghadapi hari dengan rangkaian gerakan teraturnya, tapi juga menangkal stress yang mungkin timbul dalam kegiatan sehari-hari, sesuai dengan keterangan dr. Ebrahim Kazim tentang shalat: “Simultaneously, tension is relieved in the mind due to the spiritual component, assisted by the secretion of enkephalins, endorphins, dynorphins, and others.”

      Ada ketegangan yang lenyap karena tubuh secara fisiologis mengelurakan zat-zat seperti enkefalin dan endorphin. Zat ini sejenis morfin,termasuk opiate. Efek keduanya juga tidak berbeda dengan opiate lainnya. Bedanya, zat ini alami, diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga lebih bermanfaat dan terkontrol.

      Jika barang-barang terlarang macam morfin bisa memberi rasa senang-namun kemudian mengakibatkan ketagihan disertai segala efek negatifnya- endorphin dan enkefalin tidak. Ia memberi rasa bahagia, lega, tenang, rileks, secara alami. Menjadikan seseorang tampak ebih optimis, hangat, menyenangkan, serta seolah menebarkan aura ini kepada lingkungan di sekelilingnya.

      Subhanallah….Maka, shalat Dhuha-lah, peregangan sekaligus pereda stress. Inilah rehat yang tidak sekadar rehat. Daripada sekadar duduk-duduk mengobrol, ayo rehat dengan ber-Dhuha dan segera kembali beraktivitas setelahnya. Kemudian, rasakan bedanya!
      Do'a Setelah Shalat Dhuha (dapat dibaca artinya saja tanpa Arab)
      Ya Allah, bahwasannya waktu dhuha itu adalah waktuMU,
      dan keagungan itu adalah keagunganMU,
      dan keindahan itu adalah keindahanMU,
      dan kekuatan itu adalah kekuatanMU,
      dan perlindungan itu adalah perlindunganMU,
      Ya Allah, jika rizkiku masih di atas langit, maka turunkanlah,
      jika masih di dalam bumi, maka keluarkanlah
      Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Islam dari segi Ajaran, Ibadah, Larangan, Perintah, Kitab Suci Al-Qur'an & lainnya bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an.
      Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. QS. 4 An-Nisaa':82
      Maha Suci Allah dengan segala kekuasaan-Nya. Sungguh, apa-apa yang ditetapkan Allah, ada manfaat yng bisa diambil.
      Qs.3 Ali Imran:85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

      Tuesday, October 19, 2010

      TIGA KEGELAPAN PENCIPTAAN MANUSIA

      Dalam Al Qur'an dipaparkan bahwa manusia diciptakan melalui tiga tahapan dalam rahim ibunya.

      "... Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang berbuat demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?" (Qur'an Surah 39 Zumar:6)

      Sebagaimana yang akan dipahami, dalam ayat ini ditunjukkan bahwa seorang manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan yang berbeda. Sungguh, biologi modern telah mengungkap bahwa pembentukan embrio pada bayi terjadi dalam tiga tempat yang berbeda dalam rahim ibu.

      Ilmu kandungan menemukan bahwa janin ketika masih berada dalam kandungan dilapisi oleh tiga selaput yang melindunginya dari air yang berasal dari luar, dan dari panas serta cahaya, dan dinamakan dengan tiga kegelapan.

      Sekarang, di semua buku pelajaran embriologi yang dipakai di berbagai fakultas kedokteran, hal ini dijadikan sebagai pengetahuan dasar. Misalnya, dalam buku Basic Human Embryology, sebuah buku referensi utama dalam bidang embriologi, fakta ini diuraikan sebagai berikut:

      "Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan:
      1. pre-embrionik; dua setengah minggu pertama,
      2. embrionik; sampai akhir minggu ke delapan,
      3. dan janin; dari minggu ke delapan sampai kelahiran."
      (Williams P., Basic Human Embryology, 3. edition, 1984, s. 64.)

      Fase-fase ini mengacu pada tahap-tahap yang berbeda dari perkembangan seorang bayi. Ringkasnya, ciri-ciri tahap perkembangan bayi dalam rahim adalah sebagaimana berikut:

      - Tahap Pre-embrionik
      Pada tahap pertama, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel, dan terbentuklah segumpalan sel yang kemudian membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot yang semakin membesar, sel-sel penyusunnya pun mengatur diri mereka sendiri guna membentuk tiga lapisan.

      - Tahap Embrionik
      Tahap kedua ini berlangsung selama lima setengah minggu. Pada masa ini bayi disebut sebagai "embrio". Pada tahap ini, organ dan sistem tubuh bayi mulai terbentuk dari lapisan- lapisan sel tersebut.

      - Tahap fetus
      Dimulai dari tahap ini dan seterusnya, bayi disebut sebagai "fetus". Tahap ini dimulai sejak kehamilan bulan kedelapan dan berakhir hingga masa kelahiran. Ciri khusus tahapan ini adalah terlihatnya fetus menyerupai manusia, dengan wajah, kedua tangan dan kakinya.

      Meskipun pada awalnya memiliki panjang 3 cm, kesemua organnya telah nampak. Tahap ini berlangsung selama kurang lebih 30 minggu, dan perkembangan berlanjut hingga minggu kelahiran.

      Informasi mengenai perkembangan yang terjadi dalam rahim ibu, baru didapatkan setelah serangkaian pengamatan dengan menggunakan peralatan modern. Namun sebagaimana sejumlah fakta ilmiah lainnya, informasi-informasi ini disampaikan dalam ayat-ayat Al Qur'an dengan cara yang ajaib.

      Fakta bahwa informasi yang sedemikian rinci dan akurat diberikan dalam Al Qur'an pada saat orang memiliki sedikit sekali informasi di bidang kedokteran, merupakan bukti nyata bahwa Al Qur'an bukanlah ucapan manusia tetapi Firman Allah.

      Semoga ini menjadi renungan bagi semua terutama bagi mereka yang murtad hanya karena dunia.


      sumber : Islam Terbukti Benar

      MUKJIZAT PENCIPTAAN MANUSIA - QUR'AN SEPANJANG MASA

      السلام عليكم . بِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم.لا إله إلاَّ الله.محمد رسو ل الله
      الحمد لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو ل الله.اما بعد

      Allah Azza wa Jalla telah menceritakan proses penciptaan manusia di dalam Al-Qur'an secara rinci.

      Allah berfirman dalam surat Al-Mukminun

      وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ مِنْ سُلالَةٍمِنْ طِينٍ. ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ.
      ثُمَّ خَلَقْنَاالنُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَعِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَفَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

      "Dan sesungguhnya Kami telahmenciptakan manusia dari suatu saripati dari tanah. Kemudian Kamijadikan saripati itu air mani dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang lain. Maka Maha Suci lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik." Qs.23 Mukminun: 12-14

      Dari arti kata-kata, paling kurang ada 3 mukjizat yang telah dibuktikan:

      1. Penciptaan manusia dari saripati tanah
      2. Rahim yang kokoh
      3. Urutan perkembangan Janin

      Ini belum termasuk mukjizat kata, sastra, jumlah huruf, nomor ayat, nomor surat dan lainnya.

      Dokter kandungan paling terkemuka di dunia membuktikan bahwa semua yang disebutkan didalam Al-Qur'an dan hadits-hadits Rasululullah saw tentang proses penciptaan manusia adalah sesuai dengan yang ditemukan pada ilmu modern.

      Inilah cendikiawan paling terkemuka dalam ilmu kandungan, doktor Kanada, Keith Moore. Dia memiliki sebuah buku yang diterjemahkan ke dalam delapan bahasa; dipelajari dikebanyakan universitas-universitas dunia. Dia menyampaikan pidato dengan tema, "Keselarasan Ilmu Kandungan dengan sesuatu yang Terdapat dalam Al-Qur'an dan As-Sunah" diUniversitas al-Malik Faishal.

      Dia berkata, "Sesungguhnya ilmu pengetahuan ini, yang terdapat dalam Al-Qur'andatang kepada Muhammad dari sisi Allah, sebagaimana juga memberikan bukti kepadaku bahwa Muhammad adalah pasti seorang rasul yang diutus dari sisi Allah."

      Dia juga berkata dalam pidatonya, "Manusia ketika pertama kalidiciptakan dalam perut ibunya berbentuk segumpal darah, kemudian setelah itu ciptaannya meningkat menjadi segumpal daging, kemudian berubah menjadi tulang-belulang, dan kemudian dibungkus dengan daging,. "Semua yang kami dapatkan dalam penelitian-penelitian kami, maka kami mendapatkannya tertera didalam Al-Qur'an."

      Seorang doktor Amerika, professor dalam bidang ilmu kandungan berkata pada muktamar yang diselenggarakan oleh Kerajan Arab Saudi di Riyadh, "Nash-nash Al-Qur'an memaparkan rincian yang lengkap bagi proses pertumbuhan manusia, dimulai semenjak tahap setetes mani sampai tahap pertumbuhan menjadi tulang dan tubuh."Dan katanya, "Belum ada dalam sejarah manusia, ditemukan paparan tentang prosespertumbuhan manusia yang gamblang seperti ini."

      Professor Keith Moore memeluk Islam setelah membaca ayat ini, ialah mantan Rektor Universitas & Mantan Ketua Dokter Bedah di Kanada. Setelah memeluk Islam, beliau aktif dalam siaran TV di Kanada tentang Qur'an & Ilmu Pengetahuan Modern. Semoga ini menjadi renungan bagi semua terutama bagi mereka yang murtad hanya karena dunia.

      Tuesday, August 24, 2010

      Maksiat Lebih Baik dari pada Taat? Why Not....!!!

      Jangan ngebahas dulu, Bro.....mari kita simak uraian di bawah ini, kemudian baru kasih komentar...hehehe.

      Ma'siyatun auratsats jullauwaftiqaaran khairummintho'atin auratsats 'izzan wastikbaaran. Maksiat atau perbuatan dosa yang menimbulkan rasa rendah diri dan membutuhkan rahmat Allah, adalah lebih baik dari perbuataan taat yang membangkitkan rasa sombong, ujub, dan besar diri. (Al Hikam uraian ke 106)
      Abu Madyan ra mengatakan bahwa, perasaan rendah diri seseorang yang telah berbuat maksiat atau dosa, itu lebih baik dari kesombongan seorang yang taat. Maksudnya begini, Bro....ada kalanya seorang hamba yang berbuat kebaikan merasa lebih baik, merasa lebih mulia, dan merasa dirinya lebih dekat kepada Allah dari orang lain yang dianggapnya seorang fasik. Hal ini dapat menimbulkan rasa ujub dan sombong. Perasaan ini merupakan maksiat bathin yang sangat samar sehingga  menggugurkan segala amal-amal zahir yang sebelumnya. Namun, ada kalanya seorang yang telah berbuat dosa dan dengan dosa tersebut terasa sangat menyedihkan hatinya. Dia merasa dirinya paling hina, paling kotor dan paling rendah sehingga timbul rasa takut kepada Allah dan pada akhirnya membimbing kearah keselamatan dirinya.
      Asysya'by meriwayatkan dari Alkhalil bin Ayyub, bahwa ada seorang dari Bani Israil yang sangat taat beribadah. Ketika berjalan ia dinaungi oleh awan. (maklum, Bro....jaman dulu semua keajaiban masih diperlihatkan Allah kepada manusia). Pada saat itu ada seorang pelacur Bani Israil yang mendekat kepada ahli ibadah tersebut. Hati pelacur itu tergerak dan berkata dalam hati, " Orang ini adalah seorang ahli ibadat Bani Israil, gua pengen mendekat kepadanya dan semoga gua mendapat rahmat Allah karena gua mendekat kepadanya". Ketika pelacur itu mendekat kepada ahli ibadah tersebut, tiba-tiba ahli ibadah tersebut mengusirnya dan berkata, "Pergi ente dari sini!! Ane gak sudi deket-deket sama ente....". Maka Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad saw, bahwa: "Aku (Allah) mengampunkan dosa pelacur itu dan membatalkan amal ahli ibadah itu." Maka hengkanglah awan dari atas kepala si ahli ibadah berpindah menuju ke atas kepala pelacur itu.
      Menurut Al Harits Al Muhasiby bahwa Allah menghendaki supaya perbuatan taat itu bersesuaian antara lahir dan bathin. Peristiwa yang di atas tadi menunjukkan bahwa ahli ibadat itu sombong, sementara pelacur itu bertawadhu merendah diri, maka ketika itu si pelacur lebih taat kepada Allah ketimbang ahli ibadat tersebut. Pernah dengar ga', Bro....ujub, takabur, sum'ah dan maksiat batin lainnya dapat menghanguskan amal-amal zahir kita kayak api menghanguskan kayu bakar yang kering?
      Ada lagi....Bro, riwayat lain yang mengisahkan seorang ahli ibadat Bani Israil. Ceritanya dia sedang sujud, nih. Eee......tiba-tiba kepalanya diinjak orang, kontan ahli ibadat tersebut mencak-mencak dan berkata, "Hei ...angkat kaki lu!... Demi Allah! Allah tidak mengampunkan ellu." Allah menjawab, "Hai orang yang bersumpah dengan namaKu, bahkan engkau yang tidak diampunkan karena kesombonganmu." Menurut komentar Al harits, "Dia (maksudnya ahli ibadat Bani Israil) bersumpah karena merasa diri besar di sisi Allah, maka kesombongan dan ujub itulah yang tidak diampunkan oleh Allah."
      Nah, dari uraian di atas gua mengajak kepada diri gua sendiri dan kepada temen-temen yang kebetulan membaca posting ini, marilah kita mencoba memelihara diri dan hati kita dari segala maksiat baik  zahir maupun bathin.Semoga Allah memberikan hidayahNya kepada kita. Amin ya Rabbal'alamin......

      SUMBER HUKUM ISLAM DAN AL – QUR’AN

      A.        Pengertian Al – Qur’an
                  Al – Qur’an sebagai wahyu dan mukjizat terbesar Rasulullah SAW  yang mempunyai dua pengertian, yaitu  pengertian secara bahasa dan pengertian menurut istilah.
                  Al – Qur’an menurut bahasa adalah “bacaan” atau “yang dibaca”. Kata Al – Qur’an adalah entuk mashdar dari fi’il “qara’q” yang diartikan dengan arti isim maf’ul yaitu yang dibaca atau bacaan.
                  Pengertian Al – Qur’an menurut istilah ialah nama bagi Kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

      B.        Kedudukan Al – Qur’an dalam Islam
                  Al – Qur’an tidak disangsikan lagi bagi umat Islam sebagai sumber dasar-dasar hukum Islam, beserta cabang-cabangnya yang digali.

      C.        Sumber Pokok Ajaran Islam
                  Allah SWT telah menjelaskan dengan firman-Nya antara lain  “ Dan kami turunkan kepadamu Al Kitab ( Al – Qur’an ) untuk menjelaskan segala sesuatu” (QS An – Nahl : 89)
                  Di dalam Al – Qur’an Allah menerangkan kaidah-kaidah syariat serta hukum-hukumnya yang cocok untuk diterapkan di segala zaman dan tempat, serta diperuntukkan bagi seluruh umat manusia, tidak dibatasi untuk suatu golongan atau suatu bangsa saja.


      D.        Pokok-Pokok Isi Al – Qur’an
      1. Masalah Aqidah
                  Aqidah ialah tauhid artinya kepercayaan terhadap ke Esaan Allah SWT. Oleh karena itu Islam disebut juga agama tauhid. Allah berfirman dalam Surat Al – Baqarah ayat 163 :
      Artinya “ Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan yang disembah melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”.
      2. Masalah Ibadah
      Ibadah adalah bentuk pengabdian seorang hamba sebagai  rasa terima kasih atas segala nikmat yang diterimanya dari Sang Pencipta ( Al – Khaliq ).
      3. Masalah Muamallah
      Muamallah adalah tata cara hubungan manusia dengan sesama nya dalam berbagai aspek kehidupannya, seperti hubungan sosial, politik, ekonomi dan perdagangan. Hubungan antara manusia dalam bahasa Al – Qur’an disebut “habluminannas”. Sedangkan hubungan manusia dengan Allah disebut “habluminallah”.
      4. Masalah Akhlak
                  Arti akhlak secara umum adalah sikap, tingkah laku, norma atau budi pekerti. Di antara ayat yang berisi pokok-pokok akhlak yang baik ialah ayat 90 surat An Nahl,  yang artinya : “ Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu            dapat mengambil pelajaran”
      5. Masalah Hukum
                  Yang dimaksud dengan hukum di sini  adalah aturan Allah untuk kepentingan kebaikan umat manusia.
                  Hukum-hukum yang terkandung dalam Al – Qur’an dapat dibagi menjadi 3 macam :
      a.       huklum tentang aqidah / keimanan
      b.      Hukum akhlak /moral
      c.       Hukumtentang perbuatan manusia.
      6. Masalah Sejarah
                  Masalah sejarah di sini yaitu riwayat umat-umat terdahulu untuk dijadikan pelajaran bagi umat Islam sekarang. Al – Qur’an menjelaskan hal ini dalam ayat 11 Surah Yusuf yang artinya :
                  “ Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal “

      Kesimpulan :
                  Beberapa pembahasan di atas menjelaskan bahwa Al – Qur’an merupakan kitab suci yang berisikan kebenaran dan pedoman bagi manusia. Al – Qur’an memberikan petunjuk agar manusia  tidak tersesat hidupnya. Kemudian membawa berita yang menggembirakan bagi orang beriman dengan balasan pahala yang besar. Bagi siapa saja yang melakukan amal shaleh maka pasti dibalas oleh Allah SWT sesuai amal kebajikannya.

      Monday, August 23, 2010

      According to the research of Dr. Miracle Prostration. Neural Expert Fidelma America


      The emergence of the disease is commonly caused by blood circulation is not smooth. Narrowing of blood vessels is one cause. Exercise is one way to increase the optimal cardiac work.

      The heart will pump blood much stronger so that oxygen can be spread throughout the body. Blood flow can be likened to river flow. If the river is flowing smoothly, then the water will be clean, clear, not dirty and smelly. The water is dirty and the smell is a sign of low oxygen content in it. Fish were hard to live normally, even more cause of death. Another case with flowing water, many lives in it. Various kinds of fish and other animals grow and develop properly. Including plants will live with the verdant and fertile. So with that blood flowing smoothly, will provide a good life for the human body. Body cells will grow, and the cells that die will be discarded along with the flow of blood.

      That is one of the benefits of blood circulation. But did you know that there are parts which are in a brain nerve could not be drained by blood, unless the person is in a state of prostration / prayer. Position located in the heart of the chest was not strong enough to pump blood to the brain until the whole section.

      The brain is above while the heart is under. Prostrate position that puts his head under and above the heart, keeps blood flowing profusely throughout the brain. As the car moves on a declining path, will progress rapidly, although not gassed. So it is with blood. Fast flowing by bringing oxygen needed by all parts of the human body. This is one of the benefits of prostration.

      It turned out that God ordered the prayer is not just worship alone, but for the benefit of human life itself. According to Prof. Hembing, heart only able to pump blood by 20% gets the brain, while the other 80% can only be done through prostration / prayer. Thus we should thank God, has been ordered to offer prayers. Not vice versa, even lazy to pray, even some Muslims, there is left at all.

      Try to think if the brain does not get oxygen supply, the consequences will be fatal. The ability of the brain will decrease, the thought becomes weak. Similarly, retention dropped dramatically and quickly forgotten. In the end the nerves become damaged and die.

      As mentioned earlier, that there are parts which are in a brain nerve never drained by blood except when the person is in a position of prostration. This is in line with the results of the study Dr. Fidelma, a neurologist from American Christians. The doctor was in awe of his findings. Blood flow can only be spread to all parts of the brain only in a state of prostration. The study was finally opened his heart to get guidance, which recognize the height and the true faith of Islam. The research led him to convert to Islam.

      This is one proof of the greatness and majesty of God by the noble Islamic teachings. All courses than done as a form of worship, is also a blessing and a mercy for the benefit of human life. Prayer is commanded an enormous gift to be grateful, rather than rejected by leaving. Prayer makes a person become healthy and fresh. Prayer makes the human brain becomes remarkable, intelligent and strong. people who left the prayer means has ruined his own physique.

      People who left the prayer has been valid means cruel to himself, because they would cause damage which is marked by the emergence of symptoms such as rapid dizziness, headaches, irritability and onset of stress. May we be as a servant of God who established the prayers with patience and gratitude.

      by: Islam Proven True